Brandstory News
Home » Article & News » Pengamat Komunikasi Kritik Istilah Inflasi Pengamat

Pengamat Komunikasi Kritik Istilah Inflasi Pengamat

Pengamat komunikasi Yons Achmad mengkritik pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Jaya yang menggunakan istilah “inflasi pengamat” dalam menggambarkan kondisi bangsa. Ia menilai istilah tersebut tidak lazim dan berpotensi membingungkan publik karena tidak memiliki dasar yang jelas dalam kajian komunikasi. Menurutnya, penggunaan istilah yang tidak tepat justru dapat mengaburkan pesan yang ingin disampaikan pemerintah kepada masyarakat.

“Istilah ‘inflasi pengamat’ itu problematik. Dalam komunikasi publik, setiap istilah harus punya kejelasan makna dan rujukan yang bisa dipahami masyarakat luas. Kalau tidak, ini berisiko menimbulkan interpretasi yang keliru,” ujar Yons dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih diksi, terutama ketika berbicara mengenai kondisi bangsa yang kompleks. “Pernyataan pejabat bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi publik terhadap situasi nasional. Kalau istilah yang digunakan tidak tepat, maka pesan yang diterima masyarakat bisa berbeda dari maksud awal,” tambahnya.

Yons juga mendorong adanya evaluasi dalam pola komunikasi pemerintah agar lebih efektif dan tidak menimbulkan polemik. “Komunikasi pemerintah harus mengedepankan kejelasan, konsistensi, dan akuntabilitas. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik, sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik tanpa menimbulkan kebingungan,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *