Brandstory News
Home » Article & News » Pak Cah: Sebagai Penulis, Pembicara dan Aktivis Dakwah

Pak Cah: Sebagai Penulis, Pembicara dan Aktivis Dakwah

Nama Cahyadi Takariawan, bukan nama yang asing buat anak-anak masjid kampus. Dikenal dengan sebutan “Pak Cah”. Kini, lebih banyak berkiprah sebagai penulis, pembicara dan aktivis dakwah. Saya sendiri  sebelumnya hanya mengenal nama dan karyanya. Belum pernah jumpa.

Pagi  itu, saya sedang sarapan “Nasi Kucing” di Slasar Malioboro. Membuka media sosial. Ada sebuah akun bernama “Quotes Tarbiyah”.

SORE INI HADIR YUUUUKK…

Launching dan Bedah Buku “Everyone Can Write : Mudah Menulis Ala Pak Cah”

Pak Cah telah menerbitkan lebih dari 100 buku. Tulisannya di Kompasiana lebih dari 1.400 artikel. Bagaimana resep mudah menulis ala Pak Cah? Hayuk merapat, simak bedah buku “Everyone Can Write”, ditulis oleh Dr. Akbar K. Setiawan.

Wah menarik, pikir saya. Mumpung sedang di Jogja. Saya ajak beberapa kawan di Jogja untuk sama-sama bisa hadir ke acara itu. Sayang belum ada yang bisa.  Akhirnya, sorenya, saya meluncur sendirian dari Malioboro menuju tempat acara di daerah Banguntapan, Bantul. Jaraknya lumayan. Tanpa macet, sekitar 45 menit naik Gojek motor.

Sampai di tempat. Acara sudah mulai.

Saya menyimak. Sang penulis buku, Dr. Akbar (Penulis dan Dosen Bahasa Jerman UNY), memaparkan bagaimana kiprah Pak Cah sebagai penulis.

“Lewat buku yang saya tulis ini, pembaca akan diajak oleh Pak Cah untuk melihat bagaimana proses menulis ibarat bernafas, di dalamnya banyak proses kreatif yang telah dikembangkan oleh Pak Cah,” katanya.

Sementara, Pak Cah mengaku, alhamdulillah bisa menghidupi diri dan keluarga dari menulis dan pembicara sekaligus. Dari tulisan-tulisan karyanya, bisa membawanya keliling Indonesia bahkan sampai ke luar negeri sebagai mentor menulis sekaligus pembicara tema “Keluarga”. Semuanya itu, tentu juga bisa mendukung aktivitas dakwahnya.

“Saya sarankan, kalau memang mau fokus menulis, luangkan waktu 8 menit saja sehari, insyaallah itu sudah bisa hasilnya tulisan sekitar 200 kata. Lakukan saja, menulis saja, posting saja, jangan berhenti, jangan menunda-nunda,” ujarnya dengan penuh antusias.

Setelah acara, saya hampiri, wawancara sejenak dengan Pak Cah. Saya serap ilmunya dan tentu siap mengamalkannya. Guru, pembicara, ilmu, itu memang harus didatangi. Setelah bertemu dengan Pak Cah, selain silaturahmi yang pasti membawa kebaikan, harapan, produktifitas menulis saya juga lebih meningkat dan menyala lagi. Terimakasih Pak Cah. []

Yons achmad. Kolumnis. Tinggal di Depok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *