Menulis buku sering kali dianggap sebagai proyek raksasa yang melelahkan. Bayangan harus duduk berjam-jam menghadap layar kosong demi menyelesaikan ratusan halaman membuat banyak orang mundur sebelum bertanding. Padahal, ada sebuah trik rahasia yang bisa Anda gunakan untuk “menyulap” tulisan-tulisan pendek menjadi sebuah buku utuh yang layak jual.
Bagaimana caranya? Kuncinya ada pada konsistensi dan fokus tema. Sekadar berbagi kisah, inilah cerita konsistensi saya menulis kolom-kolom pendek yang secara spesifik kali ini membahas satu tema besar: Personal Branding.
Dapur Redaksi: Di Balik Layar Sebuah Buku
Sebuah buku yang berbobot tidak lahir dari ruang hampa. Sebelum menulis, saya melakukan riset mendalam mulai dari mengkaji berbagai teori, membedah jurnal ilmiah, membaca buku-buku referensi, hingga mengamati kasus-kasus personal branding nyata yang sedang terjadi di sekitar kita.
Dari hasil pengamatan dan kajian tersebut, saya menuliskannya secara berkala menjadi artikel kolom pendek. Menulis secara mencicil dikaitkan dengan kasus yang sedang hangat. Tanpa terasa, kumpulan tulisan itu menumpuk hingga mencapai sekitar 100 kolom. Dari seratusan kolom tersebut, saya melakukan kurasi ketat dan memilih 45 kolom terbaik yang paling relevan untuk dirangkai menjadi satu kesatuan alur materi yang utuh.
Secara umum, perjalanan “menyulap” kolom menjadi buku ini melalui tiga proses krusial:
- Penulisan: Proses riset, pengamatan kasus, dan mencicil tulisan secara berkala dengan satu fokus tema.
- Penerbitan: Proses mengemas tulisan mulai dari editing (penyuntingan naskah), pembuatan cover yang memikat, hingga layout buku agar nyaman dibaca.
- Pencetakan : Mengurus legalitas ISBN agar buku Anda resmi diakui Perpusnas, hingga proses naik cetak.
Rumus Kreatif: 6 Buku dalam Setahun!
Banyak yang bertanya, “Bagaimana caranya bisa produktif menulis?”
Rahasianya adalah target yang terukur. Dalam satu tahun, saya biasanya membidik 4 tema kolom berbeda yang sejak awal memang diproyeksikan untuk disulap menjadi buku. Alhamdulillah, dengan pola mencicil lewat kolom ini, dalam setahun saya bisa menghasilkan 4 buku kumpulan tulisan.
Tidak berhenti di situ, saya juga menambahkan 2 buku lagi yang ditulis langsung sebagai buku utuh (bukan kumpulan kolom). Hasilnya? Total 6 buku lahir dalam satu tahun. Artinya, setiap dua bulan sekali ada satu buku baru yang terbit. Menembus batas performa. Ke depan, menerbitkan buku sebulan sekali tentu menjadi tantangan menarik berikutnya dalam proses kreatif saya.
OTW Personal Branding: Lejitkan Hidupmu
Salah satu bukti nyata dari efektivitas formula ini adalah karya terbaru saya yang berjudul “OTW Personal Branding: Siasat Lejitkan Karier dan Bisnismu”.
Buku ini hadir sebagai ruang pencerahan yang membedah seluk-beluk personal branding lewat kacamata keseharian dan studi kasus nyata. Tanpa bahasa dewa yang rumit, buku ini menjadi panduan taktis bagi siapa saja baik profesional, entrepreneur, maupun kreatoryang ingin membangun reputasi kuat dan melejitkan karier serta bisnisnya di era digital. Bahkan, tentu saya juga otomatis belajar juga secara mandiri, mempraktikkan beragam pencerahan dalam setiap kolom.
Kira-kira, berikut lampiran daftar Isinya.
BAB I
Personal Branding yang Manusiawi (Humanistic Personal Branding)
- Stand Out from the Crowd
- Becoming a Person of Depth
- Understanding Your Communication Style
- Discourse is Great
- In the Name of Resilience
- Always Campaign for Peace
- A Writer’s Eyes
- Improve Your Communication Skills
- Culture as Country Branding
- Tips for Selling Yourself
- Communication for Resilience
- Social Media Literacy for Professionals
- Your Personal Brand is Everything
- Never Too Late to Start a Personal Brand
- Opinions Are Easy, Insights Aren’t
BAB II
Personal Branding yang Membebaskan (Liberating Personal Branding)
- Secret of the Commoners
- We Are (Not) Outsider
- The Art of Ignoring
- Aware of Mental Health
- Our View of the Government
- Live Without Validation
- Communication Practices, It’s Not Always About Money!
- One Step Communication
- Don’t Be Afraid to Talk About Politics
- The Media You Read is Who You Are
- Just Focus on Developing Yourself
- Keep Yourself from Dirty Mouth
- Just Focus on Developing Your Business
- Personal Brand is You
- The Power of Mindset, Skillset, and Toolset Personal Branding
BAB III
Personal Branding yang Mengabadi (Transcendent Personal Branding)
1.You Are a Brand
2.Let’s Go With Personal Branding
3.Rethinking Your Legacy
4.The Power of Rhetoric
5.Becoming a Parrhesiastes
6.Take Advantage of the Momentum
7.Live Philosophically Every Day
8.Contemplating in the Cafe
9.Philosophy of the Prophet’s Hijrah for Self-Transformation
10.Al-Ghazali’s Art of Critical Communication
11.Enlightenment of Life
12.Authentic Personal Branding
13.Stay Productive at The Eid Mubarak
14.Three Reasons for Authenticity
15.Competence, Reputation, Achievement
Ingin tahu lebih banyak tentang trik menyulap tulisan Anda menjadi buku, atau butuh teman diskusi untuk melejitkan personal branding Anda? Mari bertukar ide!
Oh ya, ingin mendapatkan ebooknya? Bisa klik buku “OTW Personal Branding” sementara untuk versi cetaknya, bisa hubungi WA: 085282974648. Terimakasih.
Tentang Penulis: Yons Achmad adalah seorang Kolumnis dan penulis buku “OTW Personal Branding”. Ia juga merupakan Pendiri Brandstory.id, sebuah agensi komunikasi yang bergerak membantu “Personal Branding” tokoh publik.

Comment