Apakah seorang penulis masih relevan di era AI?
Apakah profesi penulis masih menjanjikan di tengah semakin canggihnya kecerdasan buatan?
Sebagai seorang penulis, saya masih cukup optimistis. Bahkan, saya ingin terus membangun optimisme bahwa mesin AI tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia termasuk manusia yang berprofesi sebagai penulis.
Mengapa? Karena menulis bukan sekadar merangkai kata. Menulis membutuhkan pengalaman, kepekaan, imajinasi, sudut pandang, empati, kreativitas, dan kemampuan membaca realitas. AI memang bisa membantu menghasilkan teks, tetapi manusia tetap memiliki pengalaman hidup dan perspektif yang membuat sebuah tulisan memiliki jiwa.
Justru sebaliknya, AI bisa menjadi kawan produktif bagi seorang penulis. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, penulis dapat melakukan riset awal, mencari ide, mengembangkan kerangka tulisan, mengeksplorasi berbagai sudut pandang, hingga melakukan penyuntingan awal. Dengan demikian, penulis memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang paling penting: berpikir, mengalami, mengolah gagasan, dan menghasilkan karya.
Saya sendiri sudah lebih dari 10 tahun bergelut di dunia kepenulisan, media, dan perbukuan. Dulu, saya cukup sering diundang dan menggelar pelatihan penulisan kreatif di berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, kampus, sekolah, hingga pesantren.
Kini, hadirnya AI seperti ChatGPT dan Gemini menghadirkan lanskap baru dalam dunia kepenulisan. Tantangannya bukan lagi sekadar bisa atau tidak bisa menulis, tetapi bagaimana manusia mampu mensinergikan kreativitas menulis dengan teknologi AI tanpa kehilangan karakter, orisinalitas, etika, dan sentuhan manusia.
Karena itulah, izinkan saya dan tim meluncurkan event:
Pelatihan Penulisan Kreatif Di Era AI
Pelatihan ini dirancang untuk berbagai lembaga, instansi, perusahaan, kampus, sekolah, pesantren, komunitas, maupun organisasi yang ingin memahami sekaligus mempraktikkan penulisan kreatif di tengah perkembangan AI. Beberapa materi yang bisa diperoleh antara lain:
1. The Relevance of Writers in the AI Era
Apakah AI akan membuat profesi penulis hilang? Pada sesi ini peserta diajak memahami perubahan dunia kepenulisan, peluang baru bagi penulis, serta alasan mengapa kemampuan manusia tetap penting di tengah perkembangan teknologi AI.
2. The Writer’s Mindset in the AI Era
Penulis di era AI tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis menulis. Dibutuhkan pola pikir yang adaptif, kritis, kreatif, dan terbuka terhadap teknologi. AI bukan lawan penulis, tetapi alat yang perlu dipahami dan digunakan secara cerdas.
3. Creative Writing Techniques in the AI Era
Peserta mempelajari bagaimana menghasilkan tulisan yang menarik, hidup, dan memiliki karakter dengan memanfaatkan AI secara tepat. Materi dapat diterapkan untuk menulis artikel, kolom, feature, cerita, naskah media, buku, maupun ebook.
4. Ethics of Creative Writing in the AI Era
Kemudahan teknologi juga membawa persoalan etika. Peserta diajak memahami batas penggunaan AI, persoalan orisinalitas, plagiarisme, verifikasi informasi, kepemilikan karya, serta pentingnya tetap bertanggung jawab terhadap tulisan yang dihasilkan.
5. From Training Draft to Finished Work
Pelatihan tidak berhenti pada teori. Peserta akan diajak menghasilkan tulisan, kemudian membedah dan mengembangkannya agar menjadi karya yang lebih utuh dan layak dipublikasikan. Dengan pendekatan praktik, peserta diharapkan pulang membawa karya, bukan sekadar membawa catatan pelatihan.
Pemateri
Yons Achmad. Penulis puluhan buku, storyteller, dan pendiri Brandstory.id. Ia juga merupakan penulis buku panduan Menjadi Penulis Kreatif.
Selama bertahun-tahun, Yons aktif berbagi pengalaman seputar kepenulisan, media, storytelling, dan perbukuan di berbagai forum. Pengalamannya di dunia kepenulisan dan media menjadi bekal untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan dekat dengan kebutuhan peserta.
Kini sosok ini tinggal di Depok, Yons tetap aktif dan produktif menulis serta mengembangkan berbagai program komunikasi berbasis storytelling dan kepenulisan.
AI boleh semakin pintar. Tetapi manusia tetap harus semakin kreatif.
Mari belajar menulis, beradaptasi dengan teknologi, dan menghasilkan karya yang tetap memiliki gagasan, karakter, dan jiwa manusia.
Bagi Anda atau institusi yang berminat menghadirkan pelatihan ini, silakan kontak. Terimakasih.
Yons Achmad
Storyteller | Pendiri Brandstory.id
WA: 085282974648

Comment