Brandstory News
Home » Article & News » Pengamat Komunikasi: Hotman Paris Rendahkan Profesi Wartawan

Pengamat Komunikasi: Hotman Paris Rendahkan Profesi Wartawan

Viral di media sosial, sikap dan cara Hotman Paris menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di gedung Kejaksaan Agung Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dalam konferensi pers tersebut, Hotman Paris salah satunya melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Kejaksaan Agung. Hal itu terlontar saat Ia mendampingi mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Pengamat Komunikasi, Yons Achmad menilai ucapan tersebut rendahkan profesi wartawan.

“Ucapan lu punya otak nggak sangat jelas merendahkan profesi wartawan, sikap itu sangat tidak pantas bahkan cerminkan sikap yang arogan sebagai pengacara,” katanya.

Sementara di Indonesia, kerja jurnalistik di Indonesia secara resmi dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 8 UU Pers secara tegas menyatakan bahwa wartawan mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya, termasuk hak tolak, larangan penyensoran, serta kebebasan dari tindak kekerasan dan intimidasi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam tugas jurnalistik, bertanya adalah kerja-kerja jurnalis untuk mendapatkan dan menggali informasi dari narasumber. Memang, setiap narasumber punya hak untuk tidak menjawab atau menolak memberikan jawaban, tapi melontarkan kata-kata yang merendahkan wartawan tentu tak sejalan dengan kemerdekaan pers.

“Sebagai advokat, Hotman memang sangat berhak membela kliennya, bahkan secara membabi buta sekalipun, tapi merendahkan profesi wartawan itu sebuah persoalan,” kata Yons yang juga Direktur Brandstory Indonesia ini.

Ditambahkannya, di era kebebasan berpendapat, memang siapapun berhak bersuara, tapi mewujudkan ruang publik yang sehat dengan lontaran-lotaran yang bertanggung jawab, penting untuk mewujudkan iklim demokrasi yang kondusif.

“Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan wartawan Hukum (Iwakum), juga sudah mengecam ucapan Hotman ini, maka, minta maaf ke publik secara terbuka, saya kira perlu bagi Hotman demi sinergitas peran dan penghormatan antar profesi,” tutupnya.

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *