Saya berlatar belakang Ilmu Komunikasi. Namun, setelah sekian lama berkecimpung di dunia komunikasi, saya pernah bertanya pada diri sendiri: ilmu ini mau saya kontribusikan untuk apa lagi? Pertanyaan sederhana itu kemudian membawa saya bertemu dengan banyak orang dan berbagai dunia, salah satunya dunia filantropi.
Saya kemudian terlibat dalam berbagai program komunikasi sejumlah lembaga filantropi, di antaranya Dompet Dhuafa, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Forum Zakat (FOZ), Eduwakaf, Bazarin Aja, Rumah Zakat, LAZ Dewan Dakwah, Jurnalis Filantropi, hingga terakhir di Institut Fundraising Indonesia (IFI). Bentuk keterlibatannya pun beragam, mulai dari membuat website, mengelola media sosial, menulis artikel, membuat video liputan, hingga menulis buku kisah hidup dan profil para pegiat filantropi.
Dari berbagai pengalaman itu, mau tidak mau saya mulai sedikit memahami dunia filantropi. Saya bertemu para fundraiser, pengelola lembaga zakat, pegiat wakaf, relawan, dan orang-orang yang setiap hari bekerja mengajak masyarakat berbagi kebaikan. Dari situ saya menemukan titik temu: filantropi membutuhkan komunikasi, dan komunikasi bisa menjadi bagian dari penguatan gerakan filantropi.
Maka, saya menyebut perjalanan ini “OTW Komunikasi Filantropi”, On The Way, karena saya masih dalam perjalanan. Saya bukan sedang mengklaim sebagai ahli komunikasi filantropi. Saya hanya sedang belajar, sambil membawa bekal yang saya punya: komunikasi, menulis, storytelling, media, dan produksi konten. Saya ingin melihat bagaimana semua kompetensi itu bisa ikut memberi manfaat bagi dunia filantropi.
Sepertinya, seperti biasa, saya akan kembali menulis. Kali ini tentang komunikasi filantropi: tentang fundraising, storytelling, media sosial, branding lembaga, kisah para pegiat filantropi, dan berbagai hal menarik yang saya temui di perjalanan. Bismillah, OTW Komunikasi Filantropi. Nyemplung, belajar, berkarya, dan terus berkiprah sepanjang masih bisa.
(Yons Achmad. Praktisi Komunikasi Filantropi. Pendiri Brandstory.id)

Comment