Kolom
Home » Article & News » CATATAN AKHIR PEKAN (4) Satu Kabar Baik, Dua Kabar Buruk (Antara Deklarasi Partai Gerakan Rakyat, OTT Bupati Pati & Bupati Madiun Sampai ledekan “Good Boy” untuk Prabowo)

CATATAN AKHIR PEKAN (4) Satu Kabar Baik, Dua Kabar Buruk (Antara Deklarasi Partai Gerakan Rakyat, OTT Bupati Pati & Bupati Madiun Sampai ledekan “Good Boy” untuk Prabowo)

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat ini vibes-nya kayak “cerita belum tamat”. Anies memang belum jadi presiden, tapi fanbase-nya jelas belum bubar. Basis relawan dan simpatisan yang kemarin solid sekarang diarahkan masuk ke rumah baru bernama partai. Narasinya masih sama yaitu perubahan, rakyat, idealisme, tinggal ganti bungkus aja biar bisa ikut main di lapangan politik lagi. Masalahnya, partai baru sering kena kutukan “partai rasa fandom”. Kalau isinya cuma nostalgia dan nama besar tanpa mesin, ya susah jalan jauh. Tantangan terbesarnya, bisa nggak move on dari Anies sebagai tokoh tunggal dan jadi partai yang kerja beneran, bukan cuma rame pas deklarasi doang lalu sepi kayak story close friends. Tantangan buat anak abah ini gaess.

OTT KPK ke dua bupati ini jujur sudah kayak sinetron stripping, plotnya ketebak tapi tetap bikin emosi. Kepala daerah, proyek (jual beli jabatan), duit, ketangkep. Polanya muter di situ-situ lagi. Ini tunjukin kalau kekuasaan di daerah masih rawan banget dipakai buat “main belakang”, walaupun jargon transparansi sudah di mana-mana. Di sisi lain, KPK masih berusaha tunjukin kalau mereka belum pensiun dini. OTT jadi semacam statement: “kami masih ada, bos.” Tapi publik juga makin capek, karena yang ditangkep ganti orang, bukan ganti sistem. Selama politik lokal masih mahal dan pemilih tak terlalu peduli rekam jejak, kasus beginian bakal terus muncul kayak iklan judol.

Masuknya Prabowo ke board perdamaian Gaza bikin Indonesia keliatan ikut nongkrong di meja global. Apalagi ini nyambung sama inisiatif ala Donald Trump, jadi kesannya Indonesia main aman, sopan, dan nggak ribut, makanya dapet label “good boy”. Secara citra, ini ngangkat Prabowo sebagai tokoh yang bukan cuma jago kandang, tapi juga punya akses internasional. Tapi ya begitu, jadi “anak baik” kadang bikin orang tanya, terus dampak nyatanya apa? Jangan sampai cuma hadir, foto bareng, lalu pulang tanpa hasil konkret buat Gaza. Publik sekarang makin kritis, tak cukup kelihatan peduli, tapi harus kelihatan ngaruh. Kalau tidak, ya jatuhnya cuma jadi cameo di konflik besar dunia.

Dari catatan di atas, saya menilai deklarasi Partai Gerakan Rakyat bolehlah kita nilai sebagai kabar baik, selanjutnya kasus korupsi selalu menampilan wajah buruk kekuasaan, tapi bolehlah kita terus apresiasi KPK, terus lakukan OTT karena pemimpin korup memang tak layak dipertahankan gaes.

Khusus soal peran Prabowo, ini masih pro kontra. Masalah “Perdamaian Gaza” dan hadirnya Prabowo, tentu sebuah kontribusi tersendiri di level internasional. Masalahnya “Forum” itu yang buat Trump (Presiden Amerika) yang jejak rekam “perangnya’ menyedihkan.

Apa boleh buat, itulah yang kini diperankan Prabowo. Di satu sisi dapat acungan jempol karena kiprah global dan pidatonya yang memukau, di sisi lain diledek sebagai “Good Boy”, istilah untuk “Anjing yang patuh” pada tuannya. Kali ini, saya sekadar mencatat dan mendokumentasikan saja. Selebihnya, silakan terbuka untuk menilai peristiwa-peristiwa sepekan di ranah politik kita.

(Yons Achmad. Praktisi Komunikasi. Pendiri Brandstory.id)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *